PANCASILA 10
PANCASILA SEBAGAI SISTEM ETIKA
PENGANTAR
PANCASILA SEBAGAI SUATU SISTEM FILSAFAT, SEHINGGA MERUPAKAN SUMBER DARI SEGALA PENJABARAN NORMA BAIK NORMA HUKUM, NORMA MORAL MAUPUN NORMA KENEGARAAN LAINNYA.  DALAM FILSAFAT PANCASILA TERKANDUNG PEMIKIRAN-PEMIKIRAN YANG BERSIFAT KRITIS, MENDASAR RASIONAL, SISTEMATIS DAN KOMPREHENSIF (menyeluruh), SISTEM PEMIKIRAN INI MERUPAKAAN SUATU NILAI.
PEMIKIRAN FILSAFAT TIDAK SECARA LANGSUNG MENYAJIKAN NORMA-NORMA YANG MERUPAKAN PEDOMAN DALAM SUATU TINDAKAN ATAU ASPEK PRAKSIS (berkenaan dengan kehidupan & aktivitas manusia), MELAINKAN SUATU NILAI-NILAI YANG BERSIFAT MENDASAR.
SEBAGAI SUATU NILAI, PANCASILA MEMBERIKAN DASAR-DASAR YANG BERSIFAT FUNDAMENTAL & UNIVERSAL BAGI MANUSIA BAIK DALAM HIDUP BERMASYARAKAT, BERBANGSA DAN BERNEGARA.  MANAKALA NILAI-NILAI TSB. DIJABARKAN DALAM KEHIDUPAN YANG BERSIFAT PRAKSIS ATAU KEHIDUPAN YANG NYATA DALAM MASYARAKAT, BANGSA MAUPUN NEGARA, MAKA NILAI-NILAI TSB. AKAN DIJABARKAN DALAM NORMA-NORMA YANG JELAS SEHINGGA MERUPAKAN SUATU PEDOMAN.