PENULISAN KARYA ILMIAH

 

 “HAKIKAT PENDIDIKAN KARAKTER

 

TUGAS MATA KULIAH PENDIDIKAN KARAKTER

(CHARACTER BUILDING)

DOSEN PEMBIMBING : Muhamad Natsir, S.Ag

Disusun oleh :

 

 

                                       Nama                   : ARWAN

                                       NIM                      : 1133466984

                                       Kelas                   : UL111D

                                       Jurusan               : Sistem Komputer

                                       Konsentrasi        : CCIT

 

 

 

 

 

 

SEKOLAH TINGGI ILMU KOMPUTER RAHARJA

 Jl. jendral sudirman No. 40 , Modern Cikokol – Tangerang, Banten 15117

Phone : (021) 5529692 – 5529586

Fax : (021) 5529742

TANGERANG

2011

 

LEMBAR PENGESAHAN

 

 

1.Judul karya ilmiah  : Hakikat Pendidikan Karakter

 

2. Peneliti

 

Nama                                     : Arwan

 

Nim                                         : 1133466984

 

Kelas                                      : UL111D

 

Jurusan                                 : Sistem Komputer

 

Konsentrasi                          : CCIT

 

 

 

Tangerang,7 Desember 2011

                                                                                                                              penulis

 

 

Arwan

Nim:1133466984

 

 

 

Mengesahkan

Kepala jurusan Sistem Komputer                                                 Dosen Pembimbing

 

 

 

 

 

Ferry Sudarto ,S.kom, M.Pd                                                       Muhamad Natsir ,S.Ag

 

 

 

KATA PENGANTAR

 

      Puji syukur penulis panjatkan kehadirat tuhan yang maha esa atas rahmat dan karunianya-nya sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah hakikat pendidikan karakter.

Dalam makalah ini untuk memenuhi tugas mata kuliah pendidikan agama islam penulisan karya ilmiah semester 1. Jurusan sistem komputer ,Kampus STMIK RAHARJA. Penulisan makalah ini dapat di laksanakan atas bantuan pembimbing dari berbagai pihak. Oleh karena itu perkenankanlah penulis menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada:

1.Bapak ferry sudarto ,S.Kom ,M.Pd selaku kepala jurusan sistem komputer

2.Bapak Muhamad Natsir ,S.Ag selaku dosen pembimbing dan dosen bidang study character building (pendidikan karakter).

3.Keluarga , Rekan-rekan Mahasiswa , dan semua pihak yang membantu dalam penyusunan makalah ini

 

Penulis menyadari bahwa dalam pembuatan makalah ini masih banyak kekurangan dan jauh dari sempurna.Oleh karena itu penulis mohon maaf ,dan penulis mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun dari pembaca yang budiman demi kesempurnaan makalah ini.

 

 

 

 

Tangerang, 7 Desember 2011

Penulis,

 

 

 

 

 

DAFTAR ISI

 

 

HALAMAN JUDUL ……………………………………………………………………….   i

HALAMAN PENGESAHAN…………………………………………………………….  ii

KATA PENGANTAR………………………………………………………………………  iii

DAFTAR ISI…………………………………………………………………………………  iv

ABSTRAK………………………………………………………………………………………. 1

BAB I PENDAHULUAN …………………………………………………………………. 2

1.1.Latar belakang …………………………………………………………………… 2

1.2.Tujuan ………………………………………………………………………………. 3

1.3.Manfaat ……………………………………………………………………………..   3

1.4.Rumusan Masalah………………………………………………………………. 4

BAB II PEMBAHASAN …………………………………………………………………  4

2.1.Hakikat Pendidikan Karakter ………………………………………………   5

2.2.Tujuan, Fungsi , dan Media Pendidikan Karakter …………………..  7

2.3.Nilai-nilai Pembentuk Karakter ……………………………………………   7

2.4.Proses Pendidikan Karakter ……………………………………………….  8

BAB III PENUTUP ………………………………………………………………………  10

3.1.Kesimpulan ……………………………………………………………………..  10

3.2.Saran ……………………………………………………………………………..  11

DAFTAR PUSTAKA …………………………………………………………………….   12

 

 

 

 

 

ABSTRAK

 

Dengan Berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi, membuat perkembangan yang cukup besar untuk masyarakat indonesia. seperti dunia pendidikan yang mengalami perkembangan yang cukup pesat dengan sistem pendidikan terbaru yang di ciptakan ,akan membuat masyarakat indonesia semakin cerdas dan maju . selain itu pengaruh pergaulan ,keluarga dan lingkungan yang buruk juga mempengaruhi karakter masyarakat indonesia . oleh karena itu untuk menciptakan dan membina karakter yang baik untuk masyarakat indonesia di buatlah sebuah bidang study khusus untuk menciptakan/ membina pembentukan karakter manusia, yaitu bidang study pendidikan karakter yang istilah terkenalnya (character building). Dimana dengan keputusan menteri pendidikan nasional  yang di tetapkan dalam UU no.20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional di tetapkan suatu metode baru pendidikan yaitu bidang study charater building (character building) dimana dengan adanya metode  pendidikan terbaru pendidikan karakter dapat membina masyarakat indonesia sejak dini untuk dilatih mempunyai karakter yang baik. dengan adanya pendidikan karakter ini menimbulkan dampak positif untuk masyarakat indonesia. Masyarakat indonesia menjadi tahu tentang pentingnya pendidikan karakter sejak dini. Oleh karena itu dipaper ini akan di bahas pendidikan karakter labih lanjut , hakikat pendidikan karakter, tujuan dan fungsi , bahkan proses pendidikan karakter, dan banyak lagi. agar pengetahuan masyarakat indonesia tentang pendidikan karakter menjadi bertambah, berkembang ,dan maju.

 

 

 

 

 

 

BAB I

 

PENDAHULUAN

 

1.1.Latar Belakang

     Dewasa ini perubahan tingkah laku manusia sudah menjadi hal yang wajar , perubahan sikap dan perilaku pada manusia sudah banyak terlihat , perubahan-perubahan ini terjadi karena pengaruh dari berbagai faktor seperti pengaruh budaya luar, pengaruh keluarga, pengaruh lingkungan , dan pengaruh teman sepergaulan.

Perubahan tingkah laku ini berdampak negatif dan positif untuk masyarakat ,seperti pengaruh budaya luar yang buruk dapat mempengaruhi seseorang untuk bertingkah laku yang buruk atau tidak baik, pengaruh lingkungan dapat mempengaruhi manusia untuk bertingkah laku, dan keluarga pun menjadi sesuatu hal yang berpengaruh terhadap tindakan manusia.

Oleh karena itu , agar setiap manusia menjadi orang yang baik dan bertingkah laku yang baik perlu di tanamkan yang namanya pendidikan karakter, dimana pendidikan karakter ini adalah suatu metode pembelajaran yang mengajarkan seseorang menjadi seseorang yang berkarakter baik / kepribadian baik ,sehingga akan menjadi orang yan baik dan tidak mudah terpengaruh oleh hal-hal yang buruk yang dapat merubah karakternya. Hasanah (2009)[1] pendidikan karakter merupakan standar-standar batin yang terimplementasi dalam berbagai bentuk kualitas diri.Pendidikan karakter ini sebenarnya sudah ada sejak dahulu tetapi namanya saja yang belum menjadi pendidikan karakter, seperti bernama budi pekerti , dan pendidikan karakter tidak di ajarkan hanya di sekolah misalnya sejak kita dalam buaian kita sudah punya karakter , dan orang tua lah yang mengajarkan bagaimana kita menjadi seseorang yang berkarakter baik sampai sekarang ,di tempat ibadah mengajarkan yang namanya berkepribadian baik sperti misalnya kita bisa mendapatkan dari para agamawan seperti kiai , pendeta , bhiksu dan lain-lain. beliaupun  menjelaskan kepada umat-umatnya supaya menjadi pribadi yang berkarakter baik. pendidikan karakter ini perlu di ajarkan kepada masyarakat indonesia sejak dalam buaian yang merupakan tanggung jawab (orang tua),supaya bangsa indonesia menjadi bangsa yang berkarakter baik.

 

 

 

 

1.2.Tujuan

Dari penulisan karya ilmiah ini mempunyai beberapa tujuan yang hendak di capai antara lain:

1. Membuat masyarakat tahu apa itu pendidikan karakter

2. Menjadikan masyarakat indonesia , menjadi masyarakat yang berkarakter baik

3. Menyelesaikan tugas akhir semester ,pendidikan karakter ( character building )

 

 

 

 

1.3.Manfaat

Penulisan karya ilmiah ini mempunyai manfaat antara lain:

  1. Masyarakat menjadi tahu akan pentingnya pendidikan karakter
  2. Masyarakat dapat mempunyai karakter yang baik
  3. Dapat menyelesaikan tugas akhir semester

 

 

 

 

1.4.Rumusan Masalah

 

      Berdasarkan latar belakang yang di kemukakan di atas terdapat beberapa rumusan masalah dalam kaitanya dengan hakikat pendidikan karakter, yaitu sebagai berikut :

  1. Apakah pendidikan karakter itu ?
  2. Apa fungsi , tujuan dan media pendidikan karakter ?
  3. Nilai – nilai apa saja yang membentuk karakter ?
  4. Bagaimana proses pengembangan pendidikan karakter ?

Untuk menjawab beberapa rumusan masalah di atas, berikut penjelasannya dalam BAB II

 

 

 

BAB II

 

PEMBAHASAN

 

2.1.Hakikat Pendidikan Karakter

 

Pembangunan karakter yang merupakan upaya perwujudan amanat pancasila dan pembukaan UUD 1945 di latarbelakangi oleh realita permasalahan kebangsaan yang berkembang saat ini, seperti : disorientasi, dan belum di hayatinya nilai-nilai pancasila, keterbatasan perangkat kebijaksanaan terpadu dalam mewujudkan nilai-nilai pancasila bergesernya nilai etika dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,memudarnya kesadaran terhadap nilai-nilai budaya bangsa,ancaman disintegrasi bangsa dan melemahnya kemandirian bangsa. Untuk mendukung perwujudan cita-cita pembangunan karakter sebagaimana di amanatkan dalam pancasila dan pembukaan UUD 1945 serta mengatasi permasalahan kebangsaan saat ini , maka pemerintah menjadikan pembangunan karakter sebagai salah satu program prioritas pembangunan nasional.

Terkait dengan upaya pendidikan karakter sebagaimana yang diamanatkan dalam RPJPN, sesungguhnya hal yang di maksud itu sudah tertuang dalam fungsi dan tujuan pendidikan nasional, yaitu pendidikan nasional berfungsi mengembangkan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermatabat dalam rangka mencerdasakan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada tuhan yang maha esa , berakhlak mulia ,sehat ,berilmu ,cakap, kreatif , mandiri,dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab ( undang- undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional, UUSPN ).

Pengertian karakter menurut pusat bahasa Depdiknas adalah “Bawaan ,Hati , jiwa , kepribadian ,budi pekerti , perilaku ,personalitas,sifat, tabiat, tempramen ,watak” Adapun berkarakter adalah Berkepribadian , berperilaku,bersifat , bermartabat, dan berwatak “.Menurut Tadkiroatun Musfiroh ( UNY ,2008 )[2] karakter mengacu kepada serangkaian sikap ( attitudes ), perilaku ( behaviors) , motivasi ( motivations) , dan keterampilan ( skills). Karakter berasal dari bahasa yunani yang berarti “to mark ” atau menandai dan memfokuskan bagaimana mengaplikasikan nilai kebaikan dalam bentuk tindakan, atau tingkah laku sehingga iorang yang tidak jujur, kejam , rakus ,dan perilaku lainnya di katakan orang berkarakter jelek , sebaliknya orang yang berperilaku sesuai kaidah moral di sebut juga berkarakter mulia.

Pendidikan karakter adalah suatu sistem penanaman nilai-nilai karakter kepada warga sekolah yang meliputi komponen pengetahua, kesadaran atau kemauan ,dan tindakan untuk melaksanakan nilai-nilai tersebut. Pendidikam karakter dapat di maknai sebagai ” the deliberate use of all dimensions of school life to foster optimal character developmen”.

Menurut david Elkind & freedy sweet ph.d.(2004)[3],pendidikan karakter di maknai sebagai berikut : “character education is the deliberate efford to help people understand, care about ,and act upon care ethical values .when we think  about the kind of character we want for all children. It is cleat that we want them to be able to judge what it right , and they do what they believe ,care deeply about what is right,and then do what they believe to be right, even in the face or pressure from without and temptation from within”

Menurut T.Ramli (2003)[4],pendidikan karakter memiliki esensi dan makna yang sama dengan pendidikan moral dan pendidikan akhlak . Pendidikan karakter berpijak dari karakter dasar manusia,yang bersumber dari sumber moral universal ( bersifat absolut) yang bersumber dari agama yang juga di sebut sebagai the golden rule.

 

 

Struktur penggambaran proses dan pemberdayaan

pendidikan karakter

 

 

 

 

 

 

 

 

2.2.Tujuan ,Fungsi , dan Media pendidikan karakter

 

        Pendidikan karakter pada intinya berguna untuk membentuk bangsa yang tangguh, kompetitif , berakhlak mulia , bermoral , bertoleran ,bergotong  royong , berjiwa patriotik , berkembang dinamis ,berorientasi ilmu pengetahuan dan teknologi yang semuanya di jiwai oleh iman dan takwa kepada tuhan yang maha esa berdasarkan pancasila .

Pendidikan karakter berfungsi:

1.Mengembangkan potensi dasar agar berhati baik,berpikiran baik , dan  berperilaku baik.

2.Memperkuat dan membangun perilaku bangsa yang multikultur.

3.Meningkatkan peradaban bangsa yang kompetitif dalam pergaulan dunia.

 

Pendidikan karakter di lakukan melaui berbagai media yang mencakup keluarga ,satuan pendidikan, masyarakat sipil, masyarakat politik ,pemerintah, dunia usaha ,dan media massa.

 

 

2.3. Nilai-nilai pembentuk karakter

 

       Satuan pendidikan mengutarakan sebenarnya selama ini sudah mengembangkan dan melaksanakan nilai-nilai pembentuk karakter melaui program operasional satuan pendidikan masing-masing .hal ini merupakan prakondisi pendidikan karakter pada satuan pendidikan yang pada selanjutnya untuk ini di perkuat dengan 18 hasil kajian empirik pusat kurikulum.Nilai prakondisi ( the exising values ) yang di maksud antara lain              ,takwa ,bersih , rapih ,nyaman dan santun.

Dalam rangka memperkuat pelaksanaan pendidikan karakter telah  teridentifikasi 18 nilai yang bersumber dari agama,pancasila , budaya , dan tujuan pendidikan nasional yaitu: religius , jujur ,toleransi,disiplin , kerja keras,kreatif , mandiri, demokratis , rasa ingin tahu , semangat kebangsaan cinta tanah air ,menghargai prestasi,bersahabat/ komunikatif,cinta damai , gemar membaca ,peduli lingkungan , peduli sosial ,tanggung jawab.

2.4.proses pendidikan karakter

 

      Proses pendidikan karakter didasarkan pada totalitas psikologis yang mencakup seluruh potensi individu manusia ( kognitit ,afektif, psikomotorik) dan fungsi sosialitas sosiokultural dalam konteks interaksi dalam keluarga ,satuan pendidikan, dan Masyarakat.

Pengkategorian ini di dasarkan pada pertimbangan bahwa pada hakekatnya perilaku seseorang yang berkarakter merupakan perwujudan fungsi totalitas psikologis yang mencakup seluruh potensi individu manusia ( kognitif , afektif , psikomotorik) dan fungsi totalitas sosio-kultural  dalam konteks interaksi ( dalam keluarga , satuan pendidikan ,dan masyarakat ) dan berlangsung sepanjang hayat. Konfigurasi karakter dalam konteks totalitas proses psikologis dan sosio-kultural dapat di kelompokan dalam :

1.Olah hati ( emotional development )

2.Olah pikir ( intellectual development )

3.Olah raga dan kinestik ( physical kinesthetic development )

4.Olah rasa dan karsa (affective and creativity development )

 

Proses itu secara holistik dan koheren memiliki saling keterkaitan dan saling melengkapi ,serta  masing- masing secara konseptual merupakan gugus nilai luhur yang di dalamnya terkandung sejumlah nilai.

 

 

 

 

 

 

Potensi Pada Diri Manusia

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Sumber:http://www.google.com(pendidikan karakter)gambar

 

 

 

 

 

 

BAB III

 

PENUTUP

 

3.1.Kesimpulan

 

Individu yang berkarakter baik atau unggul adalah seseorang yang berusaha melakukan hal-hal yang baik terhadap tuhan yang maha esa, dirinya ,sesama lingkungan, bangsa dan negara serta dunia internasional. Pada umumnya dengan mengoptimalkan potensi ( pengetahuan ) dirinya dan di sertai dengan kesadaran, emosi dan motivasinya (perasaannya).

Para pakar pendidikan pada umumnya sependapat tentang pentingnya upaya peningkatan pendidikan karakter pada jalur pendidikan formal.

Berdasarkan grand design yang di kembangkan  kemendiknas (2010)[5],secara psikologis dan sosio-kultural pembentukan karakter  dalam diri individu merupakan fungsi dari seluruh potensi manusia ( kognitif , afektif , psikomotorik ) dalam konteks interaksi sosio-kultural (dalam keluarga , sekolah ,dan masyarakat ) dan berlangsung sepanjang hayat .

Dari pembahasan di atas dapat ditegaskan bahwa pendidikan karakter merupakan upaya-upaya yang di rancang dan di laksanakan secara sistematis untuk membantu peserta didik memahami nilai-nilai perilaku manusia yang berhubungan dengan tuhan yang maha esa,diri sendiri ,sesama manusia , lingkungan dan kebangsaan yang terwujud dalam pikiran ,sikap, perasaan ,perkataan ,perbuatan berdasarkan norma-norma agama , hukum ,tata krama , budaya, dan adat- istiadat.

 

 

 

 

3.2. Saran

 

Dari pernyataan – pernyataan di atas dapat di buat saran-saran sbb:

1.Hendaknya pendidikan karakter diajarkan sejak dini agar terbentuknya karakter anak yang baik

2.Pendidikan karakter seharusnya di ajarkan melalui berbagai media tidak hanya dalam sekolah seperti dalam keluarga , dan masyarakat.

3.selain teori pendidikan karakter harus di praktikan dalam kehidupan sehari-hari seperti bagaimaba menjadi orang yang berkarakter baik,dan

4. Guru sebagai pengajar pendidikan karakter harus mencontohkan kepada muridnya bagaimana karakter yang baik.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

http://h4ti3fa.student.umm.ac.id/2011/08/11/artikel-pendidikan-karakter/

 

http://edukasi.kompasiana.com/2011/04/12/contoh-karya-ilmiah/

 

http://www.google.com/search?q=pendidikan+karakter&oe=UTF-8&hl=id&client=safari&um=1&ie=UTF8&tbm=isch&source=og&sa=N&tab=wi&ei=epPhTr66EM_nrAe0jeXzAQ&biw=1024&bih=660&sei=fJPhTunPNs  WIrAftq9DNAQ

 

http://pendikar.dikti.go.id/gdp/wp-content/uploads/pedoman-pelaksanaan-pendikar-18-Feb-2011.pdf

 

Azra, Azyumardi. 2002.Paradigma Baru Pendidikan Nasional Rekonstruksi danDemokratisasi . Penerbit Buku Kompas : Jakarta

 

Hasanah,Aan.2009.PendidikanBerbasisKarakter  http://www.mediaindonesia.com [diakses tanggal 28 desember 2009]

 

Hurlock, E. B. 1990Psikologi Perkembangan. Erlangga : Jakarta

 

Megawangi, Ratna. 2004.Pendidikan Karakter: Solusi yang Tepat untuk Membangun Bangsa. Depok: Indonesia Heritage Foundation

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


[1] Hasanah ,Aan .2009. pendidikan berbasis karakter.www.mediaindonesia.com,14/12/2009

[2]Tadkiroatun, Musfiroh Integrasi Pendidikan Karakter dalam Kurikulum Bahasa Indonesia SMP. Integrasi Pendidikan Karakter dalam Kurikulum Bahasa Indonesia SMP .

[3] David H. Elkind & Freddy Sweet, PhD, “You Are A Character Educator”, dalam Today’s School, September/Oktober 2004.

[4] T.Ramli (2003) , esensi dan  makna pendidikan karakter .http://www.scribd.com/doc/50719355/Model-Pendidikan-Karakter-Bangsa

[5] Minggu, 29 Agustus 2010 14:24 WIB JAKARTA–MI: Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) “grand design pendidikan karakter”